Diberdayakan oleh Blogger.

Timnas U19 Kalahkan Korsel


Pesepakbola Indonesia Ilham Udin (kanan) berhadapan dengan pemain Korea Selatan dalam laga kualifikasi group G AFC U-19 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/10).   (Republika/Yasin Habibi)
Pesepakbola Indonesia Ilham Udin (kanan) berhadapan dengan pemain Korea Selatan dalam laga kualifikasi group G AFC U-19 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/10). (Republika/Yasin Habibi)


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Korea Selatan Kim Sang Ho mengakui keunggulan yang dimiliki pemain Indonesia. Selain skill individu yang baik, pemain Indonesia sebutnya juga memiliki kecepatan yang bagus.

Selain faktor pemain, Kim Sang Ho juga menyebut faktor penyebab kekalahan lainnya. Adalah guyuran hujan hingga menyebabkan dihentikannya sementara pertandingan.

"Pemain menurun karena pertandingan sempat dihentikan. Kami akan bersiap untuk tahun depan," jelas Kim usai pertandingan, Sabtu (12/10) di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Pertandingan antara Korea Selatan melawan Indonesia sempat dihentikan pada menit 41 karena lapangan tergenang air. Hujan deras memaksa pertandingan dihentikan sekitar 30 menit. Namun, setelah mengering pertandingan kembali dilanjutkan.

Meski kalah, Korea Selatan masih berhak maju ke putaran final Piala Asia yang akan digelar tahun depan di Myanmar.

Indra Sjafri: Mulai Saat Ini Raksasa Asia Adalah Indonesia


Indra Sjafri
Indra Sjafri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional U-19 kembali meraih hasil positif. Evan Dimas dan kawan-kawan berhasil menumbangkan 12 kali juara Piala Asia, Korea Selatan.

Indonesia berhasil menang 3-2 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/10). Atas kemenangan ini, Indonesia berhak maju ke Piala Asia yang akan digelar tahun depan di Myanmar.

Kemenangan Indonesia atas raksasa Asia itu disambut suka cita. Termasuk oleh pelatih tim nasional U-19, Indra Sjafri.
Pelatih yang sukses membawa Indonesia menjuarai Piala AFF 2013 lalu itu menegaskan bangsa Indonesia tidak boleh lagi merasa inferior dengan tim-tim lain.

"Mulai saat ini, bangsa Indonesia harus berpikir bahwa raksasa Asia adalah Indonesia," kata Indra Sjafri usai pertandingan.

Indonesia berhasil menang 3-2. Gol Indonesia semuanya dilesakkan oleh Evan Dimas.





Debut Manis Yabes, Pemain Hasil Blusukan Indra Sjafri


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vini, vidi, vici. Masuk, main, dan cetak gol. Itulah debut manis seorang Yabes Roni Malaifani bersama Timnas Indonesia U-19 di ajang Kualifikasi Piala Asia Grup G.
Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, Yabes yang bermain sebagai sayap kanan langsung mencetak gol ke gawang Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/10) malam WIB.
Gol Yabes tercipta pada menit ke-82. Gol pemain asal Alor itu tercipta setelah menuntaskan kerjasama apiknya dengan gelandang Paulo Sitanggang.
Berawal dari pergerakannya di hampir separuh lapangan, Yabes kemudian menyodorkan bola kepada Paulo.
Yabes kemudian berlari bebas mendekati kotak penalti dan leluasa menyambut umpan terobosan Paulo. Lepas sendirian, Yabes berhasil menjebol gawang Filipina melalui tendangan kaki kanan dari sudut sempit, membuat Indonesia unggul 2-0.
Yabes merupakan wajah baru di skuat Timnas U-19. Ia tidak termasuk pemain yang ikut menjuarai Piala AFF U-19 di Sidoarjo, tiga pekan lalu. Meski baru bergabung, Pelatih Indra Sjafri sudah meyakini Yabes akan menjadi bintang Garuda Jaya.
"Yabes calon pemain besar di masa depan dan akan jadi kartu truf kami di event AFC," kata Indra saat konferensi pers untuk semua tim peserta di Hotel Sultan, Jakarta, Senin lalu.
Yabes merupakan pemain yang didapat Indra lewat blusukan. Indra memang menerapkan metode blusukan ke daerah-daerah terpencil untuk mencari mutiara-mutiara terpendam di segala penjuru Tanah Air.
"Yabes, dia anak Nusa Tenggara Timur lahir di Alor, saya langsung menemuinya di Alor," tutur Indra.

Profil Evan Dimas Kapten Timnas U19


Evan Dimas, Sang Kapten Garuda Muda. Satu nama pemain muda berbakat Indonesia mencuat dalam ajang Piala AFF U-19. Evan Dimas yang juga kapten Timnas U-19 itu berhasil mencetak hat-rick ke gawang Thailand sekaligus menjadi top skor dalam ajang Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo Jawa Timur. Berikut video profil dan kiprah Evan Dimas Darmono yang diwawancara khusus tvOne.

Perayaan Kemenangan Piala AFF




Tim Indonesia akhirnya menjuarai Piala AFF U-19. Pada babak final tim Garuda muda mengalahkan tim kuat Vietnam dengan drama adu penalti. Melalui penendang ke-8 akhirnya Indonesia menang dengan skor akhir 7-6. Adu penalty terjadi setelah babak perpanjangan waktu 2 kali 15 menit hanya berakhir imbang tanpa gol.




Jebret Indonesia vs Vietnam Adu pinalti







ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sidoarjo - Timnas Indonesia berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 setelah melewati 120 menit dan babak tos-tosan untuk bisa menundukkan Vietnam di partai final, Minggu (22/9/2013) malam WIB.

Pada laga yang dihelat di Gelora Delta Sidoarjo, Indonesia dan Vietnam sama sekali tak bisa mencetak gol di waktu normal meski punya banyak peluang. Di babak perpanjangan waktu 2x15 menit juga tak jua menghadirkan gol.

Alhasil laga harus dilanjutkan ke drama adu penalti dan dari sembilan penendang Indonesia yang turun, cuma Evan Dimas dan Zulfiandi yang gagal menuntaskan tugasnya. Sementara tiga penendang Vietnam gagal.

Bagi Indonesia ini adalah gelar pertama mereka di turnamen ini di penampilan pertama di partai puncak. Gelar terbanyak masih dimiliki Thailand dan Australia dengan masing-masing tiga gelar.

Jalannya Pertandingan

Meski bertindak sebagai tuan rumah dan didukung penuh publik Sidoarjo, namun permainan Indonesia boleh dibilang tak menawan yang kerap diwarnai salah umpan dan longgarnya sisi defense tim asuhan Indra Sjafri itu.

Sementara Vietnam lebih terorganisir permainannya dan beberapa kali para pemainnya mampu merepotkan lewat peluang-peluang yang didapat.

Maldini in Action Highlights Indonesia 5 vs 0 Brunei

Indra Sjafri: Tak Sangka Filipina Main Senegatif Itu



      Pesepakbola Indonesia Ilham Udin berusaha melewati barisan pemain belakang Filipina dalam laga kualifikasi Piala AFC U-19 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10). (Republika/Yasin Habibi)
Pesepakbola Indonesia Ilham Udin berusaha melewati barisan pemain belakang Filipina dalam laga kualifikasi Piala AFC U-19 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10). (Republika/Yasin Habibi)


REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri mengaku tidak menyangka jika lawan anak asuhnya pada kualifikasi Piala Asia U-19 Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (10/10) malam, yaitu Filipina bermain dengan negatif atau bertahan.

"Tidak menyangka Filipina bermain senegatif itu. Tapi, kita harus bersyukur akhirnya mampu memenangkan pertandingan dengan skor 2-0," kata Indra Sjafri usai pertandingan.

Pada pertandingan yang disaksikan sekitar lima ribu penonton, Filipina bermain dengan disiplin, terutama di lini pertahanan. Jika mendapatkan serangan dari pemain-pemain Indonesia, semua pemain turun untuk membantu lini belakang.

Kondisi ini sempat membuat pelatih Indra Sjafri memutar otak untuk mengatur strategi menjebol pertahanan lawan. Pemain yang memiliki kecepatan seperi Ilham Udin Armaiyn, Muchlis Hadi, Evan Dimas maupun Muhammad Hargianto terus diinstruksikan untuk menekan.

Kebutuhan Indonesia akhirnya terpecahkan lewat tendangan bebas Muhammad Hargianto pada menit ke-26.

Gol yang diciptakan pemain dengan nomor punggung delapan ini membuat semangat pemain muda Indonesia lebih bersemangat, kendati gol kedua baru tercipta pada menit ke-83 lewat Yabes Roni.

"Kemenangan ini akan kami jadikan modal untuk menjalani pertandingan terakhir melawan Korea Selatan. Kita harus lebih baik," kata mantan pelatih klub PSP Padang itu.

Meski anak asuhnya telah dua kali meraih kemenangan, Indra Sjafri tetap meminta kepada semua pemain untuk fokus. Apalagi, pada pertandingan terakhir yang akan menghadapi tim kuat Korea Selatan.

"Terus terang Yabes menjadi kunci kemenangan pada pertandingan tadi," kata pelatih yang membawa Timnas U-19 menjuarai Piala AFF 2013 di Sidoarjo beberapa waktu lalu.